Bird

Minggu, 23 September 2012

12 Rumah Adat Indonesia dan Sedikit Penjelasan.



Berikut Nama Rumah Adat Indonesia
NO
NAMA RUMAH ADAT
DAERAH/PROVINSI
1
Rumah honai
Papua (Irian Jaya)
2
Baileo
Maluku
3
Tongkonan
Sulawesi Selatan (Sulsel)
4
Laikas
Sulawesi Tenggara
5
Souraja / Rumah besar
Sulawesi Tengah
6
Bolaang mongondow
Sulawesi Utara
7
Rumah lamin
Kalimantan Timur (Kaltim)
8
Rumah banjar
Kalimantan Selatan (Kalsel)
9
Rumah betang
Kalimantan Tengah (Kalteng)
10
Rumah panjang
Kalimantan Barat (Kalbar)
11
Sao ata mosa lakitana
Nusa Tenggara Timur (NTT)
12
Dalam loka samawa
Nusa Tenggara Barat (NTB)
13
Gapura candi bentar
Provinsi Bali
14
Rumah joglo
Jawa Timur ( Jatim)
15
Rumah joglo
DI Yogyakarta
16
Rumah joglo
Jawa Tengah (Jateng)
17
Kesepuhan
Jawa Barat (Jabar)
18
Rumah kebaya
DKI Jakarta
19
Rumah bubungan lima
Bengkulu
20
Nuwo sesat
Lampung
21
Rumah limas
Sumatera Selatan
22
Rumah panggung
Jambi
23
Selaso jatuh kembar
Riau
24
Rumah gadang
Sumatera Barat
25
Rumah balai batak toba
Sumatera Utara
26
Rumoh Aceh
DI Aceh (Nangroe Aceh )

RUMAH ADAT MINANGKABAU/RUMAH GADANG

Rumah gadang merupakan rumah adat Minangkabau. Rumah gadang ini mempunyai ciri-ciri yang sangat khas. Bentuk dasarnya adalah balok segi empat yang mengembang ke atas. Garis melintangnya melengkung tajam dan landai dengan bagian tengah lebih rendah. Lengkung atap rumahnya sangat tajam seperti tanduk kerbau, sedangkan lengkung badan dan rumah landai seperti badan kapal.
Atap rumahnya terbuat dari ijuk. Bentuk atap yang melengkung dan runcing ke atas itu disebut gonjong. Karena atapnya membentuk gonjong, maka rumah gadang disebut juga rumah bagonjong.


Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa etos merantau orang minangkabau
sangatlah tinggi, bahkan diperkirakan tertinggi di Indonesia. Merantau
disini dimaksudkan sebagai orang yang pindah atau migrasi ke luar Sumatra
Barat. Dari hasil studi yang pernah dilakukan oleh Mohctar Naim 1973,
(Merantau, Minangkabau Voluntary Migration, University of Singapore), pada
tahun 1961 ada sekitar 32 % orang Minang berada di luar Sumatra Barat, tapi
pada tahun 1971, jumlah itu meningkat menjadi 44 persen. Berarti hampir
separuh orang Minang berada di luar Sumatra Barat.
Jika hal ini benar, maka berarti ada perubahan cukup besar pada jumlah
merantau orang Minangkabau dibanding suku lainnya di Indonesia. Sebab
menurut sensus tahun 1930, perantau tertinggi di Indonesia adalah orang
Bawean, 35, 9 %, kemudian Sumatra Utara 14,3 %, lalu Banjar 14,2 % dan nomor
empat suku Minang 10, 5 %. Beberapa suku yang juga punya etos merantau
yang kuat adalah Bugis, Manado dan Ambon.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar